Minggu , Mei 26 2019
Home / DAERAH / Aksi Unjuk Rasa Kecam Tindakan Kekerasan Sejumlah Oknum Kepolisian di Mamuju

Aksi Unjuk Rasa Kecam Tindakan Kekerasan Sejumlah Oknum Kepolisian di Mamuju

Mamuju, BOOKNEWS.ID_Dalam rangka mengecam tindakan dari Oknum Kepolisian, sejumlah Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra menggelar Aksi Unjuk Rasa menuntut tindakan “represif” oknum aparat Kepolisian yang bertindak diluar dari Prosedur hukum yang seharusnya, seperti Preman dengan melakukan penganiayaan kepada empat orang warga Mamuju.

Aksi unjukrasa yang dilakukan di perempatan Ahmad Kirang Mamuju pada, Selasa (19/02/2019), Ketua HMI Cabang Manakarra, Sopliadi menegaskan bahwa tugas Kepolisian sebagai pengayom, menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, seharusnya diperlihatkan Oleh kepolisian yang ada di Sulawesi barat.tapi justru sebaliknya, oknum dari Kepolisian sendiri yang telah melakukan tindakan Premanisme.

“seharusnya kalianlah yang menindak jika ada pelaku premanisme, bukan justru kalian yang melakukan tindakan yang sangat tidak manusiawi dengan memukul dan menghajar masyarakat”Tegasnya Kepada Polisi

“Kejadian penganiayaan yang baru-baru terjadi, yang dilakukan oleh oknum Polisi yang berlagak seperti Preman melakukan penganiayaan kepada empat orang pemuda, hingga harus di rawat di Rumah Sakit, ini adalah perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab dan Saya meminta oknun aparat kepolisian yang telah melakukan tindakan Represif dan berlagak layaknya Premanisme  terhadap warga agar di proses secara hukum”.Ungkap Sopliadi

hal yang sama diungkapkan oleh Koordinator lapangan unjuk rasa HMI cabang manakarra, Lukman Silobo dalam orasinya menyayangkan adanya kekerasan yang dilakukan oknum Kepolisian di Mamuju terhadap mahasiswa, masyarakat, dan anak di bawah umur yang seharusnya Kepolisian adalah orang-orang yang seharusnya dipercaya sebagai pengaman, pengayom masyarakat.
https://www.youtube.com/watch?v=wx_jmZDvv90
Lukman kemudian mengecam oknum aparat yang berlagak seperti “preman” dan meminta agar segera dipindahkan bahkan dipecat karena tidak pantas tinggal di Sulawesi Barat karena tidak sesuai dengan budaya masyarakat Sulawesi Barat.

ia kemudian memperlihatkan sejumlah kertas gambar yang sudah di print bukti gambar pada saat terjadinya pemukulan oleh oknum kepolisian yang tidak bertanggung jawab”inilah korban daripada kebuasan oknum-oknum kepolisian, sehingga inilah yang menjadi pemicu HMI kembali turun kejalan,

ketika kasus ini tidak bisa diselesaikan secepatnya, maka saya yakin dan saya pastikan seluruh masyarakat Kabupaten Mamuju akan mendud menduduki Kapolres mamuju dan kapolda sulabar saya janji itu”,tegasnya

Di tempat yang sama seorang pengunjuk rasa, Amiruddin dalam orasinya selain mengecam dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap masyarakat di Mamuju, ia juga menyayangkan adanya pelarangan saat media ingin mengambil gambar dugaan salah satu korban kekerasan terhadap oknum kepolisian di rumah sakit.

“Kenapa Kapolda membiarkan anggotanya memukuli masyarakat dan melarang media untuk mengambil gambar dirumah sakit, mendoktrin orang tuanya untuk memberikan jawaban yang tidak seharusnya di omongkan dan tidak sesuai dengan kejadian pemukulan tersebut” tegas Amiruddin saat sampaikan orasi

https://www.youtube.com/watch?v=77jyALMwCUs

Setelah bebera kecama yang dilontarkan oleh massa unjuk rasa, akhirnya Kapolda Sulbar Brigjen Pol Bahariluddin Djafar Datang dan menemuai Massa Aksi dan menjelaskan proses hukum yang diberikan kepada sejumlah Oknum kepolisia yang bertindak diluar batas.

https://www.youtube.com/watch?v=rI8hn-0t1RM

“Kami telah tahan oknum-oknum yang diduga melakukan kekerasan kepada warga dan kami akan memproses sesuai prosedur hukum yang berlaku serta segera akan melakukan pemindahan tugas kepada anggota yang terlibat dalam kasus tersebut” Terang Kapolda Sulbar.

hal yang sama diungkapakan oleh kabit Humas Polda Sulbar akbp Hj. Mashura bahwa pihaknya sudah melakukan penahanan terhadap sejumlah Oknum Polisi yang melakukan aksi kekerasan kepada Masyarakat.

“tujuh orang anggota sabara ditambah 1 orang yang dbko ke humas yang masih masuk sebagai personil sabara jadi  orang dari sabara kemudian Brimob sejumlah 2 orang dan selnya dipisahkan dan semua sudah diambil tindakan

sesuai yang terlapor pada malam kejadian itu bahwa ada anggota polisi yang melakukan tindakan penganiayaan terhadap masyarakat, yang terjadi pada malam Minggu dan malam senin langsung dilakukan tindakan terhadap oknum tersebut.

“intinya, jika tuntutannya bahwa diminta dimutasi insyaalah dalam waktu dekat karena itu kewenangan Kapolda tapi kalo Dir sabara, itu bukan kewenangan  Kapolda tapi kewenangan Mabes kita hanya bisa memberikan rekomendasi saja ke Mabes

jadi sesuai dengan tuntutan dari teman HMI yang mengatakan bahwa copot Dir Sabar, kapolda tidak punya kewenagan karena itu skep Kapolri”paparan Kabid Humas polda sulbar kepada wartawan.

tidak hanya selesai sampai disitu, para pengunjuk rasa yang usai melakukan aksi kemudian melakukan pengecekan ke sel tahanan Polda Sulbar sebagai bukti bahwa mereka sudah ditahan dan akan diproses secara hukum secepatnya.(Irw)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *