Minggu , Mei 26 2019
Home / DAERAH / Polda Sulbar Bersama KPU Gelar Simulasi Proses Pencoblosan Kertas Suara Pemilu 2019

Polda Sulbar Bersama KPU Gelar Simulasi Proses Pencoblosan Kertas Suara Pemilu 2019

Mamuju,BOOKNEWS.ID_Simulasi Proses Pencoblosan Kertas Suara Pemilu 2019, yang diselenggarakan oleh Polda Sulbar dan KPU Sulbar, bertempat di Mapolda Sulbar, Jln. Aiptu Nurman Kalubibing, Mamuju, Sulbar. Rabu,6 Maret 2018, pukul 08.00 WITA.

Dalam kegitan Simulasi Pencoblosan kertas Suara pemilu 2019 tersebut dihadiri sekitar 100 orang, diantaranya Drs. Susetyo (Kabinda Sulbar), Kombes Pol DR. Endi Sutendi (Wakapolda Sulbar), Kolonel Sus Rudianto
(Kepala Kantor Wilayah Sulbar Kemenhan RI), Kombes Pol Moch. Noor Subchan, SIK, MH (Karo Ops Polda Sulbar), Kombes Pol. Drs. Heri Susanto (Dir Intelkam Polda Sulbar)

juga hadir Adi Arwan Alimin (Komisioner / Div. Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sulbar), Said Usman Umar (Komisioner / Div. Teknis KPU Sulbar), Sukmawati M. Sila (Komisioner / Div. Data KPU Sulawesi Barat), Hamdan Dangkang, S.Kom (Ketua KPU Kab. Mamuju)

Kombes Pol DR. Endi Sutendi (Wakapolda Sulbar) Dalam sambutannya mengatakan, Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dalam pelaksanaan pemungutan suara,

Perlu koordinasi dan kerjasama yang sinergis diantara stakeholder. Simulasi ini agar diperhatikan dan dicermati karena rekan-rekan merupakan ujung tombak dalam pengamanan pelaksanakan pemungutan suara.

“Salah satu kunci sukses Pemilu 2019 adalah situasi Kamtibmas yang kondusif”.Ucapnya

ditempat yang sama, Pengarahan dari Said Usman Umar (Komisioner / Div. Teknis KPU Sulbar) yang menyampaikan, Kami sebagai penyelenggara pemilu sangat optimis dapat sukses karena ada kerjasama yang baik dan kesiapan keamanan.

Tahapan terakhir dalam DPT adalah pencermatan DPK. Saat ini mengidentifikasi paska penetapan pemilih namun belum terdaftar maka akan ditetapkan dalam DPK.

Tahapan krusial lainnya mengenai pengelolaan logistik sudah 90% dalam pengadaan dan tinggal distributor ke KPU Kabupaten. Dan saat ini tinggal surat suara.

“Kita akan hitung ulang dan identifikasi surat suara yang dapat digunakan, sehingga proses tersebut yang akan memakan waktu pada bulan ini”.

Dalam melakukan distribusi agar senantiasa dikawal oleh pihak keamanan dan kami akan koordinasi dengan Polres. Ketika logistik sudah di TPS sebelum H-1, petugas pengamanan sudah ada di TPS / PPS tersebut. Maka akan berbagi tugas, kami akan mengantisipasi mengenai ketahanan fisik penyelenggara.

Said Usman Umar menambahkan, Pada hari H, KPPS akan membagi tugas sesuai tugas dan tanggung jawabnya serta Pada saat pemungutan suara akan diumumkan DPT dan Daftar pemilih tambahan.

“Yang bisa masuk dalam TPS adalah panitia, pemilih, saksi, panwas, dan petugas pengamanan dalam untuk pengamanan lain (Polri) berada di pintu masuk dan pintu keluar”.

Masalah yang biasa terjadi di TPS meliputi pemilih yang tidak terdaftar memaksa masuk atau memilih, ada pemilih yang tidak menerima mekanisme surat suara, ada pemilih menggunakan hak pilih sebanyak 2 (dua) kali. Pada saat istirahat atau proses pemungutan suara sudah selesai ada beberapa oknum yang menggunakan dan membagi surat suara yang belum dicoblos untuk dicoblos.

Simulasi pemungutan suara yang disampaikan oleh Kurnadi (Staf Divisi Teknis KPU Sulbar)
1) Proses pengambilan sumpah KPPS dan saksi.
2) Ketua KPPS membacakan mekanisme dan tata cara pemungutan suara. Petugas KPPS 2 (dua) membuka dan menunjukkan kotak suara beserta isinya yang masih tersegel kepada para saksi.
3) Pemanggilan pemilik suara dengan mengecek administrasi dan jari serta menandatangani absensi. Setelah itu diberikan surat suara untuk dicoblos dibilik suara.

Hal yang sama juga disampaikan Oleh (Kabag Hukum KPU Sulbar) M. Amran, Kotak suara dibuka dan dihitung dengan disaksikan oleh para saksi dari Parpol (berapa surat suara yang digunakan). Pengitungan suara sesuai dengan PKPU yaitu perhitungan suara presiden, kemudian DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Yang krusial yaitu sah atau tidaknya suara yang telah dicoblos”.

Setelah perhitungan selesai, langsung diumumkan (dengan asumsi selesai pukul 23.00 WITA) Dan dibuatkan Formulir C1 Pleno serta kotak suara yang tersegel langsung dibawa PPK dengan pengawalan pengamanan. Di PPK akan dilakukan rekap perhitungan suara, sehingga pengaman akan berpusat di PPK yang akan memakan waktu +/ 8 s.d 10 hari. Selanjutnya dibawa ke tingkat KPU Kabupaten.

Jika situasi dalam pencoblosan suara terjadi kekisruhan dan petugas pengamanan dalam tidak dapat mengamankan maka petugas pengamanan (Polri) dapat masuk ke TPS untuk mengambil langkah atas permintaan KPPS, jika kekisruhan meningkatkan (adanya penggunaan senjata tajam/tumpul dan jumlah massa yang banyak) maka Babinsa dapat melakukan langkah pengamanan yang bersifat membackup pengaman.(**/Irw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *