Bawaslu Sulbar Anggap Mani Politik Mencidrai Demokrasi

oleh -38 views

Mamuju,BOOKNEWS.ID_ salah satu pilar dari demokrasi adalah pers, maka pers yang kita inginkan adalah yang menjung tinggi kode etik sebagai seorang jurnalis, kaiatan hari ini memberikan cerminan bagi kita bagaimana teman-teman pers di provinsi Sulawesi Barat, merawat kode etik dan independensi sebagai Wartawan.

Bawaslu Prov. sulbar sangat menyambut baik dengan kegiatan Dialog hari Pers Nasinal yang dilaksanakan oleh Pengurus Ikatan Jurnalis sulawesi barat (IJS), di Aula Makodim 1418/Mamuju Pada Hari Sabtu 09 Februari 2019.

Ketaua Bawaslu Sulbar menyampaikan bahwa tentu ini menjadi ruang bagi Kami dari Bawaslu Sulbar untuk menyampaikan beberapa hal terkait apa yang telah kami lakukan selama ini.

persoalan yang menjadi penomena akut kita ini persoalan manipolitik. kita dibawaslu sedang mengagas program forum marga dimana kita menargetkan sulawesi barat ini kita menargetkan 20 nanti ada desa yg kita deklarasikan sebagai desa yang menolak politik uang.

semangatnya apa, karena memang politik uang itu harus bisa kita jawab dengan cara-cara kultural, jadi gerakan-gerakan partisipasi dari masyarakat kita juga dorong. di bawaslu sendiri nanti satu minggu apalagi kita memasuki tahapan kampanye 21 hari kita memulai akan intensifkan gerakan patroli dengan membentuk posko-posko dan kita menargetkan seluruh desa itu ada posko dimana masyrakat bisa secara langsug melaporkan kalau ada dugaan mani politik yang terjadi di dalam wilayahnya inni ruang yang kita buka dari Bawaslu

“tentu saja kita be harap ruan ini bisa dimanfaatka oleh seluruh masyarakat untuk bisa memberikan informasi awal kepada bawaslu ini semangat kita bagai mana kita menjaga kualitas pemiu kita seperti yang disampaikan oleh ketua IJS Irham bahwa bagaimana kita melawan politik uang dan saya sangat sepakat

“kami sementara ini fokus di pembentukan di Pengawas TPS ditarget 25 februari kita sudah melantik pengawas tps sehingga kualitas pemilu di teps bisa kita jaga disamping itu juga kita akan selalu mengawasi teman teman dari KPU apa lagi sudah memasuki proses logistik pemilu

kita samasama mendapati bahwa ada beberapa informsi yang memang kita perlu pastikan bahwa mekaisme yang dilakukan oleh KPU itu sudah sesuai dengan aturan misalnya ketepatan jumlah, ketepatan waktu dan sebagainya dan pencetakan surat suara akan kia kawal dengan baik. disamping itu juga persoalan kita berikutnya adalah di bawaslu, agenda edepan terkait dengan bagaimana pelatihan saksi”,ungkap Ketua Bawaslu dala Dialog

itu adalah salah satu cara menungkatkan kualitas pemilu adala melatih saksi kita tidak mau pemlu kita nanti ribut partainya setelah pemilu jadi kalau mau ribut silahkan di TPS ruang itu ada melalui saksi sehingga kita mencegah ersoalan itu selesai di Tingkat TPS”

dengan cara seperti itu kita berharap, dengan adanya pelatihan saksi yang aka dilakuka oleh bawaslu kualitas saksi bisa lebih baguslagi dan peserta pemilu bisa menerima apapun hasil dari pemilu

“kepada masyrakat kita harapkan juga karena pemilu ini hanyalah cara kita memilih pemimpin mari kita sikapi seara biasa saja seperti layaknya pesta
pilihan itu bisa berbeda tetapi mari kita jaga kerahasiaannya masing-masin dan mari kita tunjukkan saja di TPS tidak untuk dipamr-pamerkan apa lagi bukan kita tim sukses atau anggota Parpol dengan seperti ini kita akan tetap menjaga solidaritas kita, silaturrahim kita sebagai masyarakat sular yang selalu menjunjung tinggi sifat malaqbi kita”.Pungkas ketua Bawaslu provinsi Sulbar. (Irwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *