Kapolda Sulbar Bahas Situasi Kamtibmas Pasca Pencoblosan dan Beberapa Kasus Pelanggaran Pemilu

oleh -37 views

Mamuju,BOOKNEWS.ID_Pasca puncak pemilihan di TPS, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) langsung menggelar kegiatan konferensi pers, Kamis (18/4/19) di Aula Direktorat Lalu Lintas Jl. Ahmad Kirang.

Kegiatan konferensi pers ini tentunya untuk menyampaikan kondisi kamtibmas secara umum pasca puncak pemilihan legislatif maupun presiden/wakil presiden kepada masyarakat melalui media.

Sementara itu, Konferensi Pers ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar bersama Danrem 142 Tatag di dampingi Karoops dan Kapolres Mamuju.

Kapolda Sulbar dalam kesempatannya mengatakan Alhamdulillah kondisi kamtibmas pasca pemilu berjalan aman dan lancar meskipun ada beberapa kejadian menonjol seperti kurang kertas suara di TPS, data yang tidak valid bahkan ada terjadi tindak pidana di lokasi TPS.

Namun hal tersebut bisa cepat di tangani tentu tidak terlepas buah dari kerjasama yang baik antara TNI/POLRI beserta masyarakat maupun rekan-rekan media.

Usai menyampaikan situasi umum pasca pemilihan, seperti biasa teman-teman media melontarkan pertanyaan seputar situasi pemilihan umum di Kab. Mamuju Sulawesi Barat.

Pertanyaan pertama datang dari Awal TVRI terkait masih dilakukannya rekap di beberapa TPS sementara pihak pengamanan tidak terlihat di TPS.

Jawab Kapolda, Untuk wilayah kota mamuju bila ingin melihat langsung personil yang melakukan pengamanan di TPS itu cukup susah karena rata-rata personil mengamankan 4 TPS jadi mereka mobile dari TPS satu ke TPS lainnya.

Tapi kami bisa pastikan TPS yang dimaksud tetap dalam pentauan personil yang melakukan pengamanan, hanya saja merekan melakukan mobile.

Sementara itu pertanyaan dan saran lainnya dari Booknews Irwan untuk memperketat pengamanan saat di PPK jika perlu batasi yang boleh masuk keruangan saat dilakukan penghitungan suara.

Disamping itu, pihaknya mengapresiasi TNI/POlRI dalam mengamankan pemilu sehingga situasi di Sulawesi Barat tetap kondusif, tuturnya.

Pertanyaan lainnya terkait penikaman yang terjadi di TPS 2 Desa Salutiwo, Kec. Bonehau apakah ada kaitannya dengan politik?

Dijawab Kapolres Mamuju, untuk saat ini belum ada yang bukti yang kuat terkait apakah ada hubungannya penikaman dengan politik.

“Namun berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, penikaman ini berawal dari kata kasar yang dilontarkan ‘tailaso’ sehingga muncul ketersinggungan berlanjut kepada pengeroyokan dan berujung pada penikaman,” jelas Kapolres.

Tersangka utama yang melakukan penikaman juga telah diamankan melalui kerjasama masyarakat dan kapospol setempat, sambungnya.

Pertanyaan berbeda juga datang dari media mengenai pantaunnya di dunia maya dimana masing-masing pendukung Jokowi Vs Prabowo mengaku menang hal ini tentu akan berakibat pada keamanan bagaemana polda sulbar menyikapinya.

Menyikapi pertanyaan tersebut Kapolda mengatakan dari awal kami bersama Danrem 142 Tatag dan jajarannya berkomitmen menjaga keamanan. Untuk itu, sehubungan dengan hal ini maka kami akan fokus menjaga Rill atau fakta surat suara yang ada di kotak suara.

Sehingga hasil yang sebenarnya akan betul-betul terjaga hingga rekap di PPK dan KPU, “dunia maya itu memang membawa pengaruh besar kita bisa langsung dipengaruhi dengan cepat jadi harus disikapi dengan bijak,” tutur Kapolda.

Diakhir kesempatannya, Kapolda mengatakn atas nama penanggung jawab keamanan tentu kami mengharapkan bantuan rekan-rekan media untuk menjaga suasana tetap kondusif demi Indonesia yang lebih baik, pungkas Kapolda.

Ditempat yang sama, Kapolda melalui Kabid Humas AKBP Hj. Mashura mengatakan Inshaa Allah kami akan terus konsisten menjaga dan mengawal serta mengamankan pesta demokrasi ini sampai pada puncaknya yaitu dilantiknya presiden dan legislatif terpilih, tuturnya.(IRW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *